Halaqoh 21
Oleh Ust. Abu Ziyad Eko Haryanto, MA
———————–
بسم اللّه الرحمن الرحيم
الحمد لله و كفى والصلاة والسلام النبي الرحمة، نبينا محمد و على آله و صحبه
أجمعين
Ikhwan dan akhwat
yang dimuliakan Allāh, pada kesempatan kali ini (halaqoh ke-21) kita akan
membahas masalah baru yaitu tentang sunnah-sunnahnya wudhū’.
Muallif berkata:
Pasal tentang sunnah-sunnahnya wudhū’ ada 10 macam:
① Tasmiyyah/membaca basmalah (Bismillāh atau
Bismillāhirrahmānirrahīm)
Dalil tentang
sunnahnya membaca basmalah ketika hendak wudhū’ adalah :
Hadits yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasāi dalam sanad yang bagus.
Dari Anas
radhiyallāhu ‘anhu berkata; bahwasanya dia menceritakan sebagian shahabat
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mencari air wudhū’ untuk berwudhū’,
namun mereka tidak mendapatinya. Kemudian Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa
sallam bertanya: “Apakah ada salah seorang diantara kalian yang memiliki air?”.
Kemudian didatangkanlah kepada Beliau 1 bejana (tempat) air. Kemudian Beliau
letakkan tangannya yang mulia didalam air tersebut dan Beliau bersabda:
“Berwudhū’lah kalian wahai para shahabatku dengan mengucapakan ‘Bismillāh’.
Kemudian aku (Anas bin Malik) melihat air itu memancar dari sela-sela jari-jari
Beliau sehingga semua shahabat kebagian wudhū’ yang jumlah mereka mencapai 70
orang.”
Hadits ini merupakan
mu’jizat Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam, membuktikan tentang kenabian
Beliau, dimana salah satu bentuk mu’jizat itu adalah keluarnya air dari
sela-sela jari Beliau dengan jumlah yang sangat banyak sehingga para shahabat
bisa berwudhū’ semuanya.
Sabda beliau yang
menyebutkan “Berwudhū’ lah kalian dengan membaca ‘Bismillāh'” ini menunjukkan
bahwa membaca Bismillāh hukumnya sunnah.
②
Membasuh kedua telapak tangan sebelum memasukkannya ke dalam bejana.
Ini kalau wudhū’ nya
tidak menggunakan kran air/pancuran maka disunnahkan sebelum kita memasukkan
tangan kita kedalam bejana maka harus kita cuci dahulu, karena barangkali
didalam tangan kita ada najis atah kotoran yang akan mengotori air yang akan
kita gunakan untuk berwudhū’.
③
Berkumur-kumur (madhmadhah) dan memasukkan air ke hidung (istinsyāq)
· madhmadhah:
memasukkan air ke dalam mulut kemudian digerak-gerakkan dan lebih sempurnanya
dibuang dengan kuat supaya hilang kotoran yang ada dalam mulut.
· istinsyaq: memasukkan air ke hidung kemudian dihirup sedikit sampai kepangkal
hidung kemudian dikeluarkan kembali. Ini juga fungsinya untuk membersihkan
rongga hidung dari kotoran-kotoran yang mungkin menempel di dalamnya.
Sunnah madhmadhah dan
istinsyaq ini. diambil dengan 1 tangan dan sekaligus. Jadi mengambil air dengan
telapak tangan kita kemudian kita kumur-kumur dan sekalian hirup kehidung
kemudian dikeluarkan dan dilakukan sebanyak 3x.
④
Mengusap seluruh bagian kepala
Yang wajib adalah
mengusap sebagian saja (tapi ada yang mengatakan mayoritas kepala adalah yang
fardhu) namun kalau diusap semuanya maka hukumnya sunnah.
Dan kalau ini
dilakukan tentunya akan menjadi wudhū’ yang sempurna.
In syā Allāh nanti
akan kita lanjutkan tentang apa dalil sunnah ini pada halaqoh selanjutnya.
بِاللَّهِ التَّوْفِيْقِ
وَ الْهِدَايَةِ.
وَصَلَّى اللّهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
___________________
Transkriptor : Ummu ‘Abdirrahman
♻ Editor : Farid Fadhillah Abu Abdillah
Murojaah : Ust. Abu Ziyad Eko Haryanto M.A.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Sunnah sunnah Wudhū bagian 1"
Post a Comment