Halaqoh 22
Oleh Ust. Abu Ziyad Eko Haryanto, MA
———————–
بسم اللّه الرحمن الرحيم
أَلْحَمْدُ لِلّهِ وَالصَّلاَةُ وَ السَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ سَلَّمَ وَعَلَى
آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Ikhwan dan akhwat
yang dimuliakan Allāh, kita lanjutkan halaqoh berikutnya (halaqoh 22), kita
masih membahas sunnah-sunnahny wudhū’.
Telah kita sebutkan
sunnah:
① membaca Bismillāh
② membasuh kedua telapak tangan sebelum
memasukkan ke bejana
③ kumur-kumur
④ istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung)
⑤ mengusap semua bagian kepala kita
Apa dalil dari
sunnah-sunnah wudhu di atas?
Disebutkan dalam
Shahih Bukhari dan Muslim bahwasanya Abdullāh Ibni Zayd radhiyallāhu ‘anhu
pernah ditanya tentang bagaimana wudhū’ nya Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
Saat itu kemudian Abdullāh Ibni Zayd meminta 1 bejana air. Kemudian berwudhū’
seperti wudhū’ nya Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
سأل عبد الله بن زيد
عن وضوء النبي صلى الله عليه وسلم فدعا بتور من ماء فتوضأ لهم وضوء النبي صلى الله
عليه وسلم فأكفأ على يده من التور فغسل يديه ثلاثا ثم أدخل يده في التور فمضمض
واستنشق واستنثر ثلاث غرفات ثم أدخل يده فغسل وجهه ثلاثا ثم غسل يديه مرتين إلى
المرفقين ثم أدخل يده فمسح رأسه فأقبل بهما وأدبر مرة واحدة ثم غسل رجليه إلى
الكعبين
Kemudian Abdullāh
Ibni Zayd menumpahkan air ke tangannya (dari bejana itu) (tangannya tidak
dimasukkan ke bejana air tapi ditumpahkan) kemudian dibasuh 3x, kemudian tangan
yang sudah bersih tadi dimasukkan ke dalam bejana dan mengambil air untuk
berkumur-kumur, memasukkan air ke kehidung (istinsyaq) kemudian mengeluarkannya
(istintsar) sebanyak 3x. Kemudian tangannya dimasukkan lagi ke bejana dan
membasuh muka 3x. Kemudian membasuh tangan 3x sampai siku. Kemudian memasukkan
tangannya lagi ke tempat air dan mengusap kepalanya dari depan ke belakang dan
kembali dikedepankan lagi 1x. Dan (yang terakhir) membasuh kedua kakinya sampai
mata kaki (3x).
Ini semua menunjukkan
bahwasanya itulah wudhū’ yang sempurna yang disunnahkan oleh Rasūlullāh
shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
Sunnah wudhū’ yang
berikutnya adalah :
⑥
Mengusap kedua daun telinga menggunakan air yang baru (bukan air bekas membasuh
kepala) untuk mengusap baik bagian dalam dan bagian luarnya.
Caranya:
Kedua telunjuk kita masukkan ke dalam lubang telinga, kemudian ibu jari
diletakkan dibelakang telinga kemudian diputar ke depan, dilakukan 1x (sama
dengan mengusap kepala 1x).
⑦ Menyela-nyela jenggot tebal kita dengan jari
yang telah dibasahi air.
Disela-selakan karena
agar air wudhū’ sampai ke dalam kulit dagu. Kalau hanya dilewatkan saja maka
tidak mengenai kulit dagu, terutama kalau jenggot kita tebal.
Namun ini sunnah,
artinya kalau orang membasuh muka dan cukup bagian depan atau luarnya saja dari
jenggot yang tebal sebenarnya sudah mencukupi, tetapi sunnahnya kita
mensela-selai jenggota yang tebal dengan jari.
Demikian, in syā
Allāh kita lanjutkan ke halaqoh berikutnya.
بِاللَّهِ التَّوْفِيْقِ
وَ الْهِدَايَةِ.
وَصَلَّى اللّهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
___________________
Transkriptor : Ummu ‘Abdirrahman
♻ Editor : Dr. Farid Fadhillah Abu Abdillah
Murojaah : Ust. Abu Ziyad Eko Haryanto M.A.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Sunnah sunnah Wudhū bagian 2"
Post a Comment