Halaqoh 8
Oleh
Ust. Eko Abu Ziyad, M.A.
———————————–
بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
أَلْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ بِنِعَمِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتِ وَالصَّلاَةُ وَ
السَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّ الْهُدَى وَالرَّحْمَةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Ikhwan dan akhwat para peserta
kajian fiqh yang dimuliakanAllāh, pada halaqoh yang ke-8 ini kita akan
lanjutkan tentang biografiAl-Imām Abu Syujā’ yang pada kesempatan kali ini kita
akan mempelajari tentang kitab yang Beliau tulis yaitu Kitab Ghāyatul Ikhtishār
yang disyarah oleh Imam ibnu Qāsim Al-Ghazzi dalam kitabnya yang dikenaldengan
nama Fathul Qarīb Al-Al-Mujīb Syarah Alfāzh At-Taqrib.
Kitab Ghāyatul Ikhtishār ini
merupakan kitab yang sangat agung dan mulia, yang penuh dan syarat dengan
faidah dan manfaat. Merupakan kitab yang sangat penting dikalangan para ulama
Syafi’iyyah.
Dikatakan:
كثير النفع ، جمُّ الفوائد
“Kitab yang banyak manfaatnya dan
penuh dengan faidah”
Sebagai pedoman bagi para pemula dan
pegangan bagi para ulama.
Penulis (muallif) ini telah membagi
dalam kitabnya ini dengan pembagian yang sangat bagus. Oleh karena itu, buku
ini sangat digemari oleh para ulama dan diperhatikan oleh mereka. Ada diantara
mereka yang menulisnya dan memberikan syarah kembali, ada yang memberikan
catatan-catatan bagi kata-kata atau kalimat-kalimat yang mungkin agak sulit
untuk difahami. Dan kitab ini menjadi rujukan dan merupakan matan yang penting
dari madzhab Asy-Syafi’iyyah.
Kalau kita lihat perhatian para
ulama terhadap kitab ini sangat besar. Para ulama banyak menulis tentang syarah
dan keterangan (penjelasan) kitab ini dan juga dijadikan sebagai kurikulum
dalam pengajaran-pengajaran mereka. Ada yang mensyarahnya, menulis hāsyiyah
(catatan kaki), menjadikannya sebagai kurikulum wajib yang dihafal oleh para
murid mereka.
Diantara ulama yang menulis syarah
terhadap kitab ini adalah Imam yang sudah kita kenalkan sebelumnya yaitu Abu
‘Abdillah Muhammad bin Qāsim Al-Ghazzi yang kitabnya sangat terkenal yaitu
kitab Fathul Qarīb Al-Mujīb Fī Syarhi Alfāzh At-Taqrīb. Kitab ini juga disebut
dengan nama Al-Qaulul Mukhtār Fī Syarhi Ghāyatil Ikhtishār. Jadi kalau kita
mendengar nama kitab Al-Qoulul Mukhtār Fī Syarhi Ghāyatil Ikhtishār sebenarnya
adalah sama dengan kitab yang kita bahas ini yaitu Fathul Qarīb Al-Mujīb.
Kemudian banyak juga yang menulis
hāsyiyah (catatan-catatan kaki) terhadap kitab ini, diantaranya adalah:
- Hāsyiyah
Syaikh Ahmad bin Ahmad bin Salāmah Al-Qalyūbi yang wafat pada tahun 1069 H.
- Hāsyiyah
Syaikh Nuruddin ‘Ali Ibn Ahmad Ibn Muhammad Al-‘Aziziy Al-Bulāqiy yang
wafat pada tahun 1070 H.
- Hāsyiyah
Syaikh Dawud Ibn Sulaiman Ibn ‘Ulwān Ar-Rahmāniy yang wafat pada tahun
1078 H.
- Hāsyiyah
Syaikh Abid Diyā Nūruddin Ibn ‘Ali yang wafat tahun 1087 H, yang dinamakan
kitabnya itu Kasyful Kinā’ ‘ala Syarhi Abi Syujā’, ini kitab yang sangat
terkenal.
- Hāsyiyah
Syaikh ‘Abdurrahmān bin Muhammad Al-Mahalli, yang juga menamakan kitabnya
dengan Kasyful Kinā’ ‘an Matni wasy Syarhi Abi Syujā’, mirip dengan kitab
sebelumnya. Beliau wafat pada tahun 1098 H.
- Hāsyiyah
Syaikh Ibrāhim bin Muhammad bin Ahmad Al-Burmāwiy Al-Anshāriy Al-Ahmadi,
yang wafat pada tahun 1106 H.
- Hāsyiyah
Ahmad bin Muhammad Al-Manfalūthi, yang dikenal dengan Ibni Al-Faqi, yang
wafat pada tahun 1118 H.
Dan masih banyak lagi
hāsyiyah-hāsyiyah yang ditulis oleh para ulama yang tujuannya adalah
menjelaskan kata-kata yang mungkin agak sulit untuk difahami atau makna yang
terkandung dalam kalimat-kalimat yang ada dalam kitab ini.Yang jelas perhatian
ulama luar biasa, lebih dari puluhan syarah dan juga hāsyiyah yang ditulis
untuk menjelaskan kitab ini, yang menunjukkan tentang pentingnya kitab ini
untuk dipelajari dan difahami terutama para mubtadiin (para pemula) yang ingin
mengetahui fiqh Syafi’i secara mendalam.
Mudah-mudahan kita bisa mengkajinya
dengan seksama dan runut in syā Allāh sehingga kita memiliki ta’shil ‘ilmi
(dasar dasar ilmu yang kuat) dalam mempelajari fiqh yang notabene nya menyebar
dikalangan kita (Asia Tenggara) terutama masyarakat Indonesia pada khususnya.
Mudah-mudahan bermanfaat.
بِاللَّهِ تَوْفِيْقِ وَ الْهِدَايَةِ.
وَصَلَّى اللّهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ
أَجْمَعِيْنَ
___________________
Transkriptor : dr. Ummu ‘Abdirrahman
Editor: Dr. Farid Fadhillah Abu Abdillah
Murojaah: Ust. Abu Ziyad Eko Haryanto, M.A.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Mengenal Kitab GHĀYATUL IKHTISHĀR"
Post a Comment