Halaqoh 16
Oleh
Ust. Abu Ziyad Eko Haryanto, MA
(Kajian whatsapp fiqh asy
syafi’i matnul ghoyah wat taqrib)
————————
بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
أَلْحَمْدُ لِلّهِ وَالصَّلاَةُ وَ السَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَ سَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Ikhwan
dan akhwat yang saya cintai dan saya hormati, pada kesempatan kali ini kita
memasuki halaqoh yang ke-16 dan kita masih melanjutkan tentang hukum siwak dan
waktu-waktu yang disunnahkan untuk bersiwak.
Dikatakan oleh Muallif :
Bahwasanya bersiwak pada 3 tempat
berikut adalah sangat disunnahkan dan diutamakan.
- Sangat disunnahkan untuk bersiwak ketika bau
mulut berubah (bau menyengat) dikarenakan azmin (sukūtun thawīl/diam yang
lama) atau karena yang lainnya. Bau mulut itu bisa berubah karena lama
tidak mengkonsumsi makanan, seperti orang yang berpuasa atau orang yang
bangun tidur (nanti akan dibahas tersendiri).Yang jelas, orang yang lama
tidak mengkonsumsi makanan biasanya bau mulutnya akan lebih terasa, maka
ketika itu disunnahkan untuk bersiwak.
- Bau mulut berubah karena hal yang lain, misal
seperti mengkonsumsi makanan-makanan yang menimbulkan bau, seperti bawang,
daun bawang, bawang putih dan lainnya, terutama yang mentah (tidak
dimasak), ini menimbulkan bau mulut yang cukup menyengat. Oleh karenanya,
ketika seseorang habis makan makanan yang menimbulkan bau (pete atau
makanan lain yang baunya sangat kuat) disunnahkan untuk bersiwak supaya
tidak mengganggu orang lain. Bahkan orang yang memakan makanan yang bau
seperti daun bawang, bawang merah, bawang putih, itu dilarang oleh
Rasulullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam untuk mendekati masjid.
Kata Rasulullāh shallallāhu ‘alayhi
wa sallam:
من أكل من هاتين الشجرتين الخبيثتين ، فلا يقربن مساجدنا فإن
الملائكة تتأذى مما يتأذى منه الإنس
Barangsiapa
yang makan dari buah daun ini (maksudnya bawang merah dan bawang putih atau
daun bawang an bawang) maka janganlah mendekati masjid kami (jangan shalat
berjama’ah), karena malaikat yang hadir di masjid (untuk menyaksikan shalat
berjama’ah) akan terganggu seperti manusia (juga terganggu oleh manusia yang
tidak membersihkan mulut/giginy ketika mau shalat karena baru mengkonsumsi
benda-benda yang menyebabkan berubahnya bau mulutnya menjadi tidak sedap
Perlu
diperhatikan bahwa termasuk juga bukan hanya bau mulut, tapi bau keringat, bau
kaus kaki, bau baju yang lama tidak dicuci ini juga termasuk hal-hal yang
mengganggu jama’ah lain dan tentunya malaikat juga terganggu.
Oleh karena itu masalah bau ini
diqiyaskan kepada bau-bau yang mengganggu jama’ah yang lain. Kalau dia akan
mengganggu oranglain, kekhusu’annya akan terganggu, bahkan kadang-kadang orang
ada yang pindah dari samping orang yang bau tadi karena tidak tahan, sehingga
shalatnya tidak akan khusyu’. Daripada dia tidak khusyu’ maka lebih baik dia
pindah. Ini adalah indikasi bahwa dia tidak layak untuk shalat berjama’ah,
bahkan Rasulullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam melarang dengan mengatakan
“Janganlah dia mendekati masjid kami, ketika seseorang hendak shalat disunnahkan
untuk bersiwak.”
- Disunnahkan
juga untuk bersiwak ketika dia bangun dari tidur. Karena orang yang tidur
biasanya bau mulutnya akan sangat kuat karena semalaman dia tidak
mengkonsumsi makanan sementara lambungnya terus bekerja.
- Seseorang
sangat dianjurkan untuk bersiwak ketika dia akan pergi melakukan shalat
berjama’ah ke masjid (terutama untuk laki-laki) karena dia akan bertemu
dengan banyak orang.
ADAB BERSIWAK
Kemudian adab bersiwak disebutkan ada beberapa adab, yaitu:
- Menggunakan
kayu arak (ini yang paling bagus).
Kalau
tidak ada maka bisa menggunakan apa saja yang bisa menghilangkan kotoran dari
gigi seperti sikat gigi, pasta gigi atau semacamnya. Itu juga berfungsi seperti
siwak sehingga tidak mengapa dipakai.
- Disunnahkan
bersiwak mulai dari sebelah kanan karena Rasulullāh shallallāhu ‘alayhi wa
sallam.
كان رسول الله يحب التيامن في تطهره وترجله وطهوره
وفي شأنه كله
Bahwasanya
Rasulullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam senang memulai dari sebelah kanan
dalam bersucinya, dalam memakai sisir dan semua urusan (yang berpasangan kanan
kiri maka Beliau selalu mendahulukan yang sebelah kanan). Hadits ini
diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam kitab shahihnya.
- Disunnahkan bersiwak dari arah atas ke bawah
(gigi digosok dari atas ke bawah, bukan dari kanan ke kiri). Karena dengan
menggosok dari atas ke bawah itu dia akan membersihkan gigi tanpa
merusaknya. Sedangkan kalau menggosok dengan cara melintang akan bisa
merusak gusi.
- Disunnahkan untuk berkumur-kumur dulu sebelum
bersiwak untuk menghilangkan kotoran-kotoran atau sisa-sisa makanan yang
ada dimulut.
- Disunnahkan membersihkan siwak setelah
dipakainya supaya tidak ada kotoran yang tersisa di siwak tersebut yang
nanti dapat menimbulkan bau yang tidak sedap.
- Disunnahkan anak kecil (anak-anak kita)
dibiasakan untuk menggosok gigi, baik dengan menggunakan kayu arak ataupun
sikat gigi supaya mereka terbiasa menjaga kebersihan. Sehingga ketika
dewasa dia tidak perlu lagi disuruh-suruh atau malas untuk bersiwak yang
itu merupakan ajaran yang sangat mulia dari dīnul Islam, syari’at Islam
yang sempurna ini.
Demikianlah halaqoh yang ke-16 ini,
mudah-mudahan bermanfaat.
بِاللَّهِ التَّوْفِيْقِ وَ الْهِدَايَةِ.
وَصَلَّى اللّهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ
أَجْمَعِيْنَ
___________________
Transkriptor : Ummu ‘Abdirrahman
Editor : Dr. Farid Abu Abdillah
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Waktu Yang Dianjurkan Untuk Bersiwak"
Post a Comment