Halaqoh 42
Oleh Ust. Abu Ziyad Eko Haryanto, MA
———————————
Oleh Ust. Abu Ziyad Eko Haryanto, MA
———————————
بسم اللّه الرحمن
الرحيم
الحمد لله و كفى والصلاة والسلام على النبي المصطفى، نبينا محمد صلى الله عليه و سلم بلغ الرسالة وأدى الأمانة , ونصح الأمة , وجاهد في الله حق جهاده ليلها كنهارها لا يزيغ عنها بعدي إلا هالك
الحمد لله و كفى والصلاة والسلام على النبي المصطفى، نبينا محمد صلى الله عليه و سلم بلغ الرسالة وأدى الأمانة , ونصح الأمة , وجاهد في الله حق جهاده ليلها كنهارها لا يزيغ عنها بعدي إلا هالك
Ikhwah wal akhwat
a’āzakumullāhu jamī’an, alhamdulillāh kita telah memasuki halaqoh ke-42 dan
masih membahas tentang “Mandi-mandi yang disunnahkan dalam Islam” dimana pada
balasku sebelumnya kita sudah 6 macam mandi yang disunnahkan, sekarang kita
masuk ke pembahasan berikutnya:
7. MANDINYA ORANG
KAFIR YANG MASUK ISLAM
Dalil:
عَنْ قَيْسِ بْنِ
عَاصِمٍ قَالَ أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرِيدُ
الْإِسْلَامَ فَأَمَرَنِي أَنْ أَغْتَسِلَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ
Dari Qays bin ‘Āshim
radhiyallāhu ‘anhu berkata: “Aku mendatangi Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam
ingin memeluk agama Islam, kemudian Beliau memerintahkan kepadaku untuk mandi
dengan air dan (tumbukan) daun bidara* (H.R Abū Dāwud dan Imam Tirmidzi)
Termasuk mandi yang
disunnahkan adalah ketika seorang kafir ingin memeluk agama Islam atau
menyatakan keIslamannya karena hadits diatas.
*daun bidara dikenal
pada zaman dahulu dan hingga sekarang sebagai pembersih tubuh (mirip sabun)
namun bisa juga digunakan untuk mengusir gangguan jin pada seseorang dengan
dibacakan ayat-ayat ruqyah.
Perintah Rasūlullāh
shallallāhu ‘alayhi wa sallam kepada Qays bin ‘Āshim menunjukkan bahwa
disunnahkan mandi seorang yang akan masuk Islam, karena orang kafir tidak lepas
dari junub dimana dia tidak pernah mandi junub.
Dan setelah
meriwayatkan hadits ini, Imam Tirmidzi mengatakan: “Dan para ulama menganjurkan
jika ada seseorang yang hendak memeluk agama Islam untuk mandi dan bahkan
mencuci bajunya.”
Tetapi mandi ini tidak
wajib (hanya dianjurkan/sunnah) karena Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam
tidak menyuruh seluruh shahabat yang mau masuk Islam agar mandi terlebih
dahulu.
8. MANDINYA ORANG
YANG TELAH SEMBUH DARI GILA
9. MANDINYA ORANG
YANG PINGSAN SETELAH SADAR
Dalil:
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam ketika sakit di akhir hayatnya merasa berat untuk shalat berjama’ah bersama para shahabatnya, kemudian Beliau bertanya: “Apakah orang-orang sudah shalat?”, para shahabat menjawab: “Belum, ya Rasūlullāh”. Mereka para shahabat menunggu engkau untuk mengimami mereka.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam ketika sakit di akhir hayatnya merasa berat untuk shalat berjama’ah bersama para shahabatnya, kemudian Beliau bertanya: “Apakah orang-orang sudah shalat?”, para shahabat menjawab: “Belum, ya Rasūlullāh”. Mereka para shahabat menunggu engkau untuk mengimami mereka.
Maka Rasūlullāh
shallallāhu ‘alayhi wa sallam menyuruh ‘Āisyah radhiyallāhu ‘anhu dan
orang-orang disekitarnya untuk menuangkan untuk Beliau air dibejana (bejana
untuk mencuci baju), kemudian Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mandi.
Setelah mandi, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bangkit untuk berusaha
menjadi imam namun Beliau pingsan, lalu tersadar dan bertanya lagi: “Apakah
manusia sudah shalat?”, para shahabat menjawab: “Belum, ya Rasūlullāh, kami
menunggumu untuk menjadi imam”. Kemudian Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa
sallam meminta lagi untuk dituangkan air dibejana dan mandi lalu berusaha untuk
bangun menjadi imam namun Beliau pingsan lagi, begitu sampai 3 kali.”
(HR. Bukhari Muslim
dari ‘Āisyah radhiyallāhu ‘anhā)
Adapun gila lebih
berat dari pingsan, jika pingsan saja disunnahkan mandi maka orang gila ketika
sembuh lebih disunnahkan lagi untuk mandi.
Mudah-mudahan yang
kita bahas kali ini bermanfaat.
والله أعلم بالصواب
الســلامـ عليكـــمـ ورحمــۃ اﻟلّـہ وبركــاتہ
——————————الســلامـ عليكـــمـ ورحمــۃ اﻟلّـہ وبركــاتہ
Ditulis oleh Tim Transkrip
Murojaah : Ust. Abu Ziyad Eko Haryanto M.A.
No comments:
Post a Comment