Tuesday, August 18, 2015

Mandi mandi Sunnah bagian 1

Halaqoh 40
Oleh Ust. Abu Ziyad Eko Haryanto, MA
———————————
بسم اللّه الرحمن الرحيم
الحمد لله و كفى والصلاة والسلام على النبي المصطفى، نبينا محمد صلى الله عليه و على آله و صحبه أجمعين
اَللَّهُمَّ لاَ عِلْمَ لَنَا إِلاَّ مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ وَ تُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
Ikhwan dan akhwat para peserta kajian. fiqh Syāfi’i yang dimuliakan Allāh, pada kesempatan kali ini memasuki halaqoh yang ke-40 dan pada halaqoh ini kita melanjutkan pembahasan “Mandi-mandi yang disunnahkan”.
Berkata Muallif rahimahullāh:
Mandi-mandi yang disunnahkan ada 17 macam;
1. MANDI JUM’AT
Mandi untuk menunaikan shalat Jum’at yaitu mereka yang akan mendatanginya, terutama bagi kaum pria, dewasa, muqim, sehat.
Karena bagi musafir tidak wajib shalat Jum’at.
Karena yang sakit, wanita dan anak-anak mendapat udzur untuk boleh tidak shalat Jum’at.
Waktu mandi Jum’at adalah mulai dari terbit fajar shādiq. Seseorang yang melakukan mandi Jum’at di pagi hari sebelum shubuh tidak mengapa asalkan sudah adzan Shubuh.
Atau orang yang terkena jinābat, kemudian dia mandi jinabat sekalian mandi Jum’at maka tidak mengapa dengan menggabungkan 2 niat (menurut sebagian ulama). Tapi yang lebih afdhal adalah memisahkan, misal mandi pertama niat mandi junub dan yang kedua niat mandi Jum’at.
Tetapi ada yang berpendapat mandi Jum’at adalah wajib, tetapi disana ada hadits-hadits yang mengalihkan wajib menjadi sunnah.
Dalil:
عَنِ ابْنِ عُمَرَ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ : ” إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ .
و لمسلم: إِذَا أَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْتِيَ الْجُمُعَةَ فَلْيَغْتَسِلْ ” .
Dari ‘Abdullāh Ibnu ‘Umar radhiyallāhu ‘anhumā berkata: Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Barangsiapa diantara kalian yang ingin mendatangi shalat Jum’at maka hendaklah dia mandi.” (HR. Bukhari Muslim dan yang lainnya)
Dalam riwayat Muslim: “Barangsiapa diantara kalian hendak mendatangi shalat Jum’at maka hendaklah dia mandi.”
Zhahir hadits ini adalah perintah dan perintah pada dasarnya adalah wajib.
Namun disana ada hadits lain yang memalingkan hukum wajib ini menjadi sunnah.
عَنْ سَمُرَةَ ، أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ” مَنْ تَوَضَّأَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَبِهَا وَنِعْمَتْ , وَمَنِ اغْتَسَلَ فَالْغُسْلُ أَفْضَلُ ” .
Dari Samurah, bahwasanya Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang berwudhū’ (untuk shalat Jum’at) pada hari Jum’at maka cukuplah dengan wudhū’ itu telah mendapatkan sunnah (wudhū’) hari Jum’at. Namun barangsiapa yang bisa mandi untuk shalat Jum’at maka mandi itu lebih utama.” (HR. Imam At-Tirmidzi dalam Sunannya)
Berdasarkan hadits ini ulama mengatakan bahwasanya mandi Jum’at itu bukanlah wajib tapi sunnah.
2. MANDI UNTUK SHALAT ‘ID (‘IDUL FITHRI & ‘IDUL ADHA)
Masuknya waktu mandi tersebut adalah ketika sudah tengah malam sebelum hari ‘id (bisa berniat mandi di malam hari untuk shalat ‘id keesokan paginya).
Dalil:
أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ قَبْلَ أَنْ يَغْدُوَ إِلَى الْمُصَلَّى( الموطأ 428)
“‘Abdullāh Ibnu ‘Umar mandi ketika ‘idul fithri dan sebelum pergi ke mushalla.” (Imam Malik dalam Al-Muwaththa’ hal 428)
Dan Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam juga mandi ketika Beliau akan pergi ke mushalla untuk shalat ‘id dan memakai pakaian yang paling bagus.
Demikian, semoga bermanfaat.
——————————
Ditulis oleh Tim Transkrip
Murojaah : Ust. Abu Ziyad Eko Haryanto M.A.

No comments:

Post a Comment